Cara Daftar BPJS Mandiri Besaran Iuran dan Cara Bayar Setiap Bulan
Kalau bekerja di perusahaan, urusan BPJS Kesehatan biasanya sudah dibantu bagian HR atau perusahaan. Tapi ceritanya sedikit berbeda kalau kita bekerja sendiri sebagai pedagang, freelancer, pemilik usaha kecil, pekerja proyek, atau sedang tidak terikat dengan pemberi kerja. Dalam kondisi seperti ini, kita tetap bisa mengikuti Jaminan Kesehatan Nasional melalui kepesertaan yang biasa dikenal sebagai BPJS Mandiri.
Dalam administrasi BPJS Kesehatan, peserta mandiri umumnya masuk dalam kelompok Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Bukan Pekerja (BP). Bedanya dengan peserta dari perusahaan cukup sederhana: pendaftaran, pemilihan kelas, dan pembayaran iuran bulanan kita urus sendiri.
Mulai dari syarat pendaftaran, pilihan kelas, besaran iuran, Virtual Account, autodebit, tunggakan, sampai program REHAB.
Siapa yang Bisa Menjadi Peserta BPJS Mandiri?
BPJS Mandiri cocok untuk orang yang tidak memperoleh kepesertaan JKN melalui pemberi kerja atau kategori kepesertaan lain.
Kalau sebelumnya pernah menjadi peserta dari perusahaan, PBI, atau kategori lainnya, jangan buru-buru membuat pendaftaran baru. Biasanya yang dibutuhkan adalah perubahan segmen kepesertaan menjadi PBPU, bukan membuat identitas peserta kedua.
Apa yang Perlu Disiapkan?
Pendaftaran sekarang jauh lebih sederhana karena sebagian besar data sudah terhubung dengan data kependudukan. Meski begitu, ada beberapa hal yang sebaiknya disiapkan terlebih dahulu.
Nomor HP dan email jangan dianggap sekadar formalitas. Keduanya digunakan untuk OTP, informasi akun, verifikasi, dan berbagai layanan di Mobile JKN.
Cara Daftar BPJS Mandiri Lewat Mobile JKN
Cara paling praktis untuk mendaftar adalah melalui aplikasi Mobile JKN. Prosesnya bisa dilakukan langsung dari ponsel tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Install aplikasi Mobile JKN lalu pilih menu pendaftaran peserta baru.
Masukkan nomor Kartu Keluarga dan captcha untuk menarik data keluarga.
Periksa anggota keluarga yang muncul dan lanjutkan proses pendaftaran sesuai data.
Isi nomor HP, email, alamat, dan informasi lain yang diminta.
Pilih FKTP yang paling sesuai dengan domisili atau kebutuhan keluarga.
Pilih kelas kepesertaan sesuai kemampuan pembayaran iuran keluarga.
Kode OTP akan dikirim ke nomor HP atau kanal verifikasi yang digunakan.
Setelah pendaftaran selesai, peserta akan memperoleh nomor Virtual Account untuk pembayaran iuran.
Sebelum menyelesaikan pendaftaran, periksa lagi nama, NIK, tanggal lahir, pilihan faskes, anggota keluarga, dan kelas yang dipilih.
Kalau Tidak Mau Daftar Lewat Aplikasi?
Tidak semua orang nyaman melakukan administrasi lewat aplikasi. BPJS Kesehatan juga mempunyai layanan administrasi melalui PANDAWA yang bisa digunakan untuk beberapa kebutuhan peserta.
PANDAWA dapat digunakan untuk beberapa layanan seperti pendaftaran peserta baru, perubahan data, penambahan anggota keluarga, dan administrasi kepesertaan lainnya sesuai layanan yang tersedia.
Kapan Pembayaran Pertama Dilakukan?
Setelah selesai melakukan pendaftaran, peserta akan mendapatkan informasi Virtual Account. Namun kepesertaan tidak selalu langsung aktif pada saat itu juga.
Dalam mekanisme pendaftaran peserta mandiri, pembayaran pertama dilakukan mengikuti jadwal yang ditentukan setelah proses pendaftaran selesai. Karena itu simpan nomor Virtual Account dan pantau status kepesertaan melalui Mobile JKN.
Berapa Iuran BPJS Mandiri?
Ini bagian yang biasanya paling dicari. Untuk peserta PBPU dan Bukan Pekerja, besaran iuran masih dibedakan berdasarkan pilihan kelas.
per orang / bulan
per orang / bulan
dibayar peserta / bulan
Kalau dalam satu keluarga ada beberapa anggota yang berada dalam segmen PBPU/BP, total tagihan keluarga merupakan akumulasi iuran masing-masing peserta.
Simulasi Iuran Satu Keluarga
Supaya lebih mudah membayangkannya, anggap satu keluarga terdiri dari empat orang dan seluruhnya berada pada kategori peserta mandiri dengan kelas yang sama.
Rp150.000 × 4 orang
Rp600.000 per bulanRp100.000 × 4 orang
Rp400.000 per bulanRp35.000 × 4 orang
Rp140.000 per bulanSebelum menentukan kelas, jangan hanya bertanya apakah kita sanggup membayar bulan ini. Pertimbangkan apakah nominal tersebut masih nyaman dibayar terus setiap bulan ketika pemasukan sedang turun atau kebutuhan rumah tangga sedang meningkat.
Apa Bedanya Kelas I, II dan III?
Hal yang perlu diluruskan adalah kelas BPJS bukan berarti dokter akan memberikan kualitas pengobatan yang berbeda.
Penanganan medis tetap mengikuti kebutuhan dan indikasi medis pasien.
Perbedaan kelas secara historis lebih berkaitan dengan hak kelas ruang rawat inap.
Pengobatan mengikuti ketentuan program JKN, bukan berdasarkan siapa membayar kelas paling mahal.
Lalu Bagaimana dengan KRIS?
Belakangan kita juga sering mendengar istilah Kelas Rawat Inap Standar atau KRIS. Sistem ini berkaitan dengan upaya membuat standar minimum ruang rawat inap peserta JKN menjadi lebih setara.
KRIS lebih berbicara mengenai standar fasilitas ruang rawat inap. Sementara dalam administrasi peserta mandiri, pilihan kelas dan nominal iuran masih tetap relevan selama belum ada ketentuan baru yang resmi menggantikannya.
Kelas Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Tidak ada kewajiban memilih kelas tertinggi. Pilihan yang paling masuk akal adalah kelas yang bisa dibayar secara konsisten.
Daripada memilih kelas tinggi tetapi beberapa bulan kemudian mulai menunggak karena iurannya terlalu berat untuk kondisi keuangan keluarga.
Kapan Iuran Harus Dibayar?
Untuk pembayaran rutin, peserta mandiri sebaiknya memastikan iuran sudah dibayarkan paling lambat tanggal 10 setiap bulan.
Bayar lebih awal supaya tidak lupa dan menghindari masalah status kepesertaan.
Kalau mengandalkan ingatan, pembayaran seperti ini mudah terlupakan. Apalagi kalau kita memiliki banyak tagihan lain. Karena itu autodebit bisa menjadi pilihan yang cukup praktis.
Cara Mengecek Tagihan BPJS
Cara paling sederhana adalah melalui Mobile JKN. Dari aplikasi ini kita bisa melihat tagihan, nomor Virtual Account, sampai riwayat pembayaran.
Cara Bayar Iuran BPJS Mandiri
Setelah mengetahui jumlah tagihan dan Virtual Account, pembayaran dapat dilakukan melalui kanal yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Autodebit Bisa Membantu Supaya Tidak Lupa
Mobile JKN menyediakan fasilitas pendaftaran autodebit untuk peserta PBPU/BP. Pilihan kanal dapat berbeda tergantung layanan yang tersedia.
Autodebit memang membantu, tetapi bukan berarti pembayaran pasti berhasil dalam kondisi apa pun. Kalau saldo tidak mencukupi ketika jadwal pendebitan tiba, pembayaran tentu bisa gagal.
Apa yang Terjadi Kalau Telat Bayar?
Kalau iuran tidak dibayar sesuai ketentuan, penjaminan pelayanan kesehatan dapat dihentikan sementara sampai kewajiban iuran diselesaikan.
Tagihan tidak dibayar sesuai ketentuan.
Penjaminan pelayanan kesehatan dapat dihentikan sementara.
Bayar tunggakan yang ditagihkan beserta iuran berjalan.
Periksa kembali status peserta di Mobile JKN.
Apakah Telat Bayar Selalu Kena Denda?
Ini sering salah dipahami. Tunggakan iuran tidak selalu berarti langsung muncul denda pelayanan begitu pembayaran terlambat.
Jika peserta membutuhkan pelayanan rawat inap dalam periode tertentu setelah status kembali aktif, dapat berlaku denda pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kalau Tunggakannya Banyak, Ada Program REHAB
Tidak semua orang menunggak karena sengaja tidak mau membayar. Ada yang kehilangan pekerjaan, usahanya sedang sepi, atau kondisi ekonomi keluarga memang sedang berat.
Untuk kondisi tertentu tersedia program REHAB atau Rencana Pembayaran Bertahap.
Membantu peserta PBPU/BP menyelesaikan tunggakan melalui skema pembayaran bertahap sesuai ketentuan.
Buka Mobile JKN.
Pilih menu REHAB.
Lihat jumlah tunggakan.
Pilih skema pembayaran.
Verifikasi dan ikuti jadwal pembayaran.
Apakah Kelas Bisa Diubah?
Peserta mandiri dapat melakukan perubahan kelas sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Fitur perubahan data peserta juga tersedia melalui Mobile JKN.
Memaksakan kelas tinggi sampai menunggak biasanya lebih merepotkan daripada menyesuaikan kelas sesuai kemampuan ketika sudah memenuhi persyaratan perubahan.
Kartu BPJS Sekarang Ada di Mobile JKN
Kartu fisik bukan lagi satu-satunya cara membuktikan kepesertaan. Mobile JKN menyediakan kartu digital yang dapat diakses langsung melalui aplikasi.
Dari aplikasi kita bisa melihat kartu peserta, status kepesertaan, informasi faskes, iuran, dan berbagai layanan lainnya.
Alur BPJS Mandiri dari Daftar Sampai Bayar Rutin
Anggap Iuran BPJS Sebagai Pengeluaran Tetap
Cara paling sederhana supaya pembayaran BPJS Mandiri tidak terasa berat adalah tidak menganggapnya sebagai tagihan yang baru dibayar kalau masih ada uang.
Begitu mendapat pemasukan, sisihkan biaya BPJS bersama pengeluaran wajib seperti listrik, internet, atau kebutuhan rumah tangga lainnya.
Kondisi terbaik tentu tetap sehat. Iuran yang dibayar rutin adalah cara menjaga perlindungan tetap siap ketika suatu hari biaya kesehatan datang tanpa direncanakan.
Tidak ada komentar